Harga Ban Motor Michelin Terbaru Pilot Street November 2018

Selamat datang di website kami yang mempublish berbagai macam artikel tentang perkembangan dunia otomotif yang mungkin Anda butuhkan berjudul, Harga Ban Motor Michelin Terbaru Pilot Street November 2018.

Harga Ban  Michelin – Ada banyak ban motor yang bisa dibeli di pasaran. Akan tetapi pemilihan jenis ban motor yang tidak sesuai justru bisa berakibat fatal di jalanan dan juga mengakibatkan boros BBM. Mungkin sebagian dari pembaca penasaran mengapa sampai sekarang ban motor aftermarket masih ada di pasaran. Alasannya sederhana, karena banyak masyarakat yang membeli ban aftermarket. Banyaknya pemilik motor yang membeli ban ini bisa dikarenakan banyak hal.

Bisa karena ban tersebut mempunyai performa yang lebih baik dari ban standar. Ada pula yang memilih supaya motor terlihat menarik. Motor yang dilengkapi dengan ban merek ternama tentu akan lebih menarik hati. Tak heran banyak bikers yang memasang ban di luar ukuran yang direkomendasikan.

Dalam memilih ban, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

1. Jenis Ban

Ban Kering

Ban ini memiliki sedikit alur, bahkan terkadang tidak memiliki alur sama sekali. Ban ini memiliki traksi terbaik saat digunakan pada jalanan kering. Ban tipe ini sangat nyaman dipakai di jalanan yang kering tanpa anda takut terpeleset. Tapi anda harus ekstra hati-hati ketika menggunakannya di jalanan basah atau berair.

Ban Basah

Ban jenis ini memiliki ciri dengan banyak alur yang menjangkau hingga tepi ban. Alur ini bertujuan untuk membuang air saat ban berputar melewati jalanan berair atau basah, namun traksinya akan turun di jalanan kering. Hal ini menyebabkan ban akan lebih cepat aus atau gundul jika digunakan di jalanan yang kering.

Ban Kering dan Basah

Ban ini memiliki alur yang tidak terlalu banyak dan traksinya sangat bagus. Ban jenis ini sangat cocok digunakan di Indonesia yang beriklim tropis karena dapat digunakan di jalanan yang basah atau kering. Untuk membedakannya bisa anda lihat pada bagian spesifikasi ban. Biasanya pabrikan menuliskan tipe wet, dry, atau wet dry.

2. Sesuaikan Ukuran Ban

Ukuran ban tentu tidak sama pada tiap kendaraan, tergantung pada velg yang digunakan. Ukuran ban ini disesuaikan oleh pabrik tergantung kondisi motor. Akan tetapi untuk standar ukuran ban pada motor injection adalah 70/90 dan 80/90, sedangkan untuk motor matic biasanya menggunakan standar ukuran 80/90 dan 90/90.

3. Koreksi Tahun Pembuatan Ban

Selalu perhatikan hal ini agar ban motor anda tetap berkualitas dan awet. Tahun pembuatan dapat anda lihat pada kode ban. Umumnya kode tersebut terdiri atas bulan dan tahun produksi. Misalnya tertera 1218, artinya ban tersebut diproduksi pada minggu ke 10 tahun 2018.

4. Perawatan Pada Ban

Karena kita berada pada iklim tropis, kemungkinan besar suhu aspal relatif berubah-ubah. Hal ini menyebabkan ban di pasaran khususnya di Indonesia memiliki tingkat keawetan yang cenderung lebih singkat, kurang lebih 1-2 tahun. Ban import juga belum bisa menjamin keawetan ban, dikarenakan kondisi iklim yang ada. Untuk ban import biasanya dapat bertahan sampai 2 tahun.

5. Pilih Ban Dengan Permukaan Telapak Sedang

Untuk motor yang digunakan sehari-hari, gunakan ban dengan telapak berukuran sedang. Selain tidak boros bahan bakar, ban dengan telapak sedang juga relatif lebih aman dan stabil. Namun apabila anda kesulitan menemukannya, lebih baik mengikuti standar dari pabrikan motor.

Ban dengan telapak kecil memang tidak menyedot banyak tenaga dari mesin, karena bidang yang bergesekan dengan permukaan jalan juga relatif sedikit. Hal ini berimbas pada konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Disamping itu, ban jenis ini juga menjadikan motor lebih lincah, namun akan mudah terpeleset, terpelanting, bahkan ban rentan pecah.

6. Tentukan Tujuan Penggunaan Ban

Sepeda motor yang murni digunakan untuk harian tentu memerlukan jenis ban yang berbeda dengan sepeda motor yang digunakan untuk harian namun sesekali digunakan untuk touring atau balap.

7. Tentukan Jenis Jalan yang Sering Dilalui

Dalam memilih ban anda juga harus mempertimbangkan kondisi jalan yang sering anda lalui. Jika anda sering melakukan perjalanan di dalam kota dengan kondisi jalanan yang relatif kering, maka anda dapat menggunakan ban harian kering.

Namun jika anda sering menggunakan motor di daerah pegunungan atau di kota dengan curah hujan yang tinggi sehingga jalanan sering basah, maka ban dual purpose (ban kering dan basah) dapat menjadi pilihan.

Sedangkan jika anda sering menggunakan motor anda untuk melewati jalan yang tidak rata dan belum diaspal, lebih baik anda menggunakan ban off road.

8. Sesuaikan Budget

Pilih ban motor sesuai kebutuhan. Sesuaikan juga dengan kondisi keuangan. Jangan sampai anda membeli ban motor mahal hanya untuk mengejar gengsi.

Sekarang ini ada banyak produk berkualitas yang bisa dijumpai di pasaran. Ban dari merek-merek ternama seperti ban motor Michelin dan Battlax bisa dibeli dengan mudah di toko terdekat.

Jika sedang mencari ban, Michelin akan menjadi saran kami untuk Anda.

Michelin sendiri adalah perusahaan produsen ban yang bermarkas di Perancis. Pada tahun 1891, Michelin mematenkan produk ban pneumatik tanpa lem yang digunakan untuk memenangkan lomba bersepeda jarak jauh pertama. Hingga kini Michelin dapat menjadi perusahaan ban terbesar dunia disamping Bridgestone. Hingga kini produksi ban Michelin tidak hanya terbatas pada ban sepeda saja, tetapi bermacam-macam ban kendaraan diproduksi oleh Micheline. Bahkan Michelin-pun menorehkan kejayaannya di MotoGP dengan memasok ban setidajnya sampai akhir musim MotoGP 2023 mendatang setelah sebelumnya Bridgestone menjadi penyuplai ban di ajang tersebut.

Ban Michelin memiliki banyak sekali model, baik untuk mobil maupun motor. Kualitas dan performanya tak kalah menarik dari merek ternama lainnya. Contoh, untuk ban tubeless Michelin mengklaim sudah memakai teknologi Michelin Pilot Street (MPS) untuk motor bebek dan Michelin Pilot Street Radial (MPSR) untuk motor sport.

Untuk Michelin Pilot Street (MPS) atau pilot street non radial, bahan dasar yang digunakan adalah medium compound atau bahan dasar karet compound. Karet compound ini adalah bahan karet yang sedang-sedang saja, alias tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak. Bahan ini sebenarnya memiliki kualitas yang lumayan baik. Ban dengan tipe ini banyak diproduksi di Thailand. Ban ini relatif aman baik pada trek kering atau basah.

Kelemahan dari ban ini yaitu pada beberapa kasus saat melaju di lintasan aspal yang cukup panas, sambungan ban sering mengalami pengelupasan. Hal ini menyebabkan tampilan ban yang tidak sedap dipandang mata. Tapi sebenarnya tidak berpengaruh besar pada performa ban. Selain itu kelemahan yang lain adalah ban cepat habis atau gundul. Mungkin disebabkan karena bahan yang digunakan menjadikan ban ini tidak seawet merk lain yang menggunakan hard compound.

Sedangkan pada Michelin Pilot Street Radial (MPSR) digunakan dua medium yang berbeda, yaitu compound hard pada bagian tengah dan compound soft pada sisi samping. Ini ditujukan agar ban awet saat melaju lurus tetapi terasa nyaman saat miring-miring di lintasan balap tanpa khawatir terpeleset. Adapun struktur ban terbuat dari compound silica yang dilengkapi dengan tulang kawat baja dan nylon yang menjadikan ban ini lebih kuat dari benturan benda-benda tajam di jalan sehingga ban ini cukup tangguh dari kebocoran akibat tertancap paku dan benda lain sejenisnya.

Untuk kelemahan dari ban ini kurang lebih hampir sama dengan jenis pilot street non radial. Hanya saja bagian yang lebih sering habis (aus) adalah pada bagian sampingnya. Karena memang bahan compound yang digunakan lebih empuk daripada bagian tengahnya.

Baca Juga : Harga Ban Battlax Terbaru

Perbedaan utama antara ban radial dan non radial (bias) sebenarnya hanya terletak pada kontruksinya. Pada ban radial kontruksinya menggunakan lapisan serat baja, sementara ban bias memakai serat nilon. Namun perbedaan kontruksi tersebut memiliki dampak yang sangat signifikan.

Pertama, saat melaju, ban radial yang fleksibel memiliki daya cengkram yang lebih kuat terutama ketika berbelok.

Kedua, usia pakai yang lebih lama pada ban radial. Karena tekanan pada area kontak permukaan ban dengan jalan terdistribusi dengan baik, hal ini akan menghasilkan gesekan yang merata pada permukaan ban.

Ketiga, Sisi ban radial dapat meredam tekstur permukaan jalan. Hal ini memberikan tingkat keamanan pada kecepatan tinggi.

Keempat, saat dipacu ban radial tetap stabil dan tahan lama dikarenakan adanya lapisan kawat yang terjalin secara bersambung di seputar puncak terluar ban.

Performa grip yang ditawarkan dari ban Michelin Pilot Street ini diklaim bagus. Terlebih adanya bahan silica yang digunakan oleh ban Michelin sehingga menjanjikan performa yang lebih bagus. Harga ban Michelin juga cukup terjangkau, yakni mulai Rp 250 ribuan. Selengkapnya bisa Anda lihat pada daftar berikut ini.

Harga Ban Michelin

Daftar harga ban Michelin di atas tidak bersifat pasti. Harganya bisa saja berbeda di tempat lain. Banderol juga bisa berubah sewaktu-waktu. Akan tetapi selisihnya biasanya tidak terlalu besar.